• Sekilas info

    Photobucket

    Sesungguhnya, peran dan kedudukan wanita dalam Islam sangat istimewa. Islam memberikan tempat bagi kaum wanita untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas. Tetesan keringat dari istri yang kerja di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan perang. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW ,

    ''Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di medan jihad.'' (HR Bukhari dan Muslim).

    Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory

  • About me

    Ibu dari dua orang anak yang lucu dan gemesin, Muhammad Ichsan Ahzami dan Aisyah Shafiya Dwi Lestari


    Profil Facebook Sri Lestari

    > free counters

  • Laman

  • Arsip

Bayi kuning.. penyakitkah..??

Dulu waktu lahir anak pertama yaitu Muhammad Ichsan Ahzami (2000), hati ini seneng banget rasanya ingin segera pulang dan berkumpul dengan seluruh keluarga. Tapi apa daya pada saat mau kepulangan yaitu pada hari ke-4 tiba-tiba dokter menyatakan bahwa bayiku tidak dapat dipulang karena terkena sakit kuning. What’s..?? saya ga ngerti apaan sich maksudnya, perasaan kemaren sehat-sehat aja. Sedih banget.. so sebenarnya penyakit kuning pada bayi itu apa sich..??

Sebenarnya kenapa sih bayi bisa kuning….?

Bayi kuning bisa bersifat fisiologis (normal) maupun patologis. Hampir dari 50% bayi yang lahir normal dapat mengalami kuning (jaundice). Hal ini disebabkan karena pigmen kuning atau yang dikenal dengan istilah bilirubin meningkat di dalam darah. Bilirubin ini terjadi akibat pemecahan sel-sel darah merah sewaktu bayi lahir.

Saat bayi dalam kandungan bilirubin (biasa disebut bilirubin indirek) akan dibuang melalui plasenta selanjutnya oleh organ Hati si Ibu akan diolah (dikonyugasikan) menjadi bilirubin direk untuk dibawa ke usus selanjutnya dibuang lewat tinja.

Tetapi setelah bayi lahir proses tersebut diatas akan dilakukan oleh organ Hati si bayi. Karena fungsi hatinya belum sempurna, proses ini akan berjalan lambat sehingga bilirubin indirek tetap tinggi di dalam darah. Bilirubin indirek inilah yang masuk ke jaringan termasuk jaringan kulit sehingga bayi kelihatan kuning mulai dari badan sampai ke ujung kaki tergantung dari derajat tinggi kadar bilirubinnya. Selain kulit bayi terlihat kuning, putih mata si kecil juga terlihat kuning.

Pada bayi normal umumnya sekitar 3-4 hari setelah lahir, kadar bilirubin pelan-pelan menurun seiring dengan bertambah sempurnanya fungsi organ Hatinya. Pada hari ke tujuh, bayi biasanya sudah tidak kuning lagi.

Inilah penyakit kuning yang bersifat fisiologis (normal). Kondisi ini tentu tidak berbahaya bagi bayi. Jenis penyakit kuning yang patologis biasanya timbul lebih cepat yakni 24 jam setelah lahir kelahiran dan peningkatan kadar bilirubin berlangsung lebih cepat. Jenis penyakit kuning yang patologis ini bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi, ketidakcocokan golongan darah si Ibu dan si bayi, serta kasus yang jarang bisa disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD (Glukosa 6 Phosphate Dehidrogenase). Enzim ini terdapat dalam dinding sel darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah.

Kuning karena ketidakcocokan golongan darah terjadi seandainya si Ibu bergolongan darah  O sedangkan si bayi golongan darah A atau B. Ketidakcocokan juga terjadi jika golongan darah ibu rhesus negatif sedangkan si bayi rhesus positif.

Bayi mulai kelihatan kuning jika kadar bilirubin sudah mencapai 6-7 mg/dl. Namun seandainya kadar sudah mencapai lebih dari 12 mg/dl maka bayi perlu mendapat perawatan di RS agar kadar bilirubin tidak bertambah tinggi lagi. Perawatan dilakukan dengan meletakkan bayi di box kemudian dilakukan therapi sinar (fototherapi). Tujuan therapi ini untuk mengubah bilirubin yang ada di jaringan kulit yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air sehingga bisa dibuang lewat kencing. Disamping itu bayi yang kuning akan diberi suntikan antibiotik jika dicurigai penyebabnya oleh karena infeksi.

Jika kadar bilirubin diatas 20 mg/dl biasanya dokter mulai memikirkan kemungkinan dilakukan tranfusi darah (tranfusi tukar). Hal yang ditakutkan jika bilirubin tinggi sekali ia dapat menembus barrier otak sehingga dapat merusak sel-sel otak dimana bayi bisa mengalami kejang-kejang. Efek jangka panjang bisa terjadi kelumpuhan, gangguan pendengaran, penurunan kecerdasan serta kelainan neurologis lainnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika bayi nada kuning:

  • Berikan ASI atau cairan sebanyak dan sesering mungkin
  • Bisa dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari pagi antara pukul 06.30-07.30 namun tetap diperhatikan kulit bayi agar tidak terjadi iritasi oleh karena sinar matahari. Lindungi mata bayi dari sorot sinar matahari pagi.
  • Perhatikan bayi apakah tampak lebih lemas, tidak aktif, tidak mau menyusui, serta tangisnya kurang kuat/merintih. Jika hal itu terjadi segera periksa ke dokter/RS
  • Jika bayi kuning lebih dari 2 minggu segera periksa ke dokter /RS.

sumber:fengshuisehatbugar.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: